wirausaha untuk mahasiswa
1. Latar belakang
Menjadi pengangguran merupakan
suatu keadaan yang banyak ditakuti masyakat. Membangun jiwa wiraswasta ini
tidaklah mudah sehingga menjadi sebuah tantangan. Apalagi ketika masih
bergantung pada penghasilan orang tua. Sementara itu lingkungan
kampus,perkuliahan begitu ketat. Minat mahasiswa akan wirausaha semangkin
meningkat dari waktu ke waktu.
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta An Nuur Budi Utama menjuarai
kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011 tingkat nasional berkat usaha jasa
penerbitan dan percetakan yang didirikannya.
"Usaha yang digawangi oleh mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas
Teknik UGM itu berhasil menjadi juara pada kategori perdagangan dan jasa untuk
kelompok mahasiswa," kata Ketua Bidang Kompetisi Center of Enterpreneur
Development (CED) UGM Ibnu Wahid FA di Yogyakarta, Selasa (31/1/2012).
Menurut dia, An Nuur merupakan salah satu mahasiswa binaan CED UGM yang
berhasil lolos dan menjadi jawara dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM)
2011. CED UGM merupakan lembaga yang didirikan UGM untuk membina mahasiswanya
dalam berwirausaha.
"Pada WMM 2011 tercatat sebanyak 3.741 pendaftar dari seluruh Indonesia
yang mengikuti kompetisi yang terbagi dalam empat kategori untuk kelompok
mahasiswa dan empat kategori kelompok alumni dan pascasarjana," katanya.
An Nuur mengatakan, ide bisnis yang ditekuninya saat ini berawal saat
perekonomian keluarganya dalam situasi kebangkrutan. Kala itu orang tuanya
gagal dalam pemilihan calon legislatif.
"Kondisi tersebut akhirnya mendorong saya untuk bisa hidup mandiri dan
mulai membuka usaha jasa penerbitan dan percetakan," katanya.
Menurut dia, pada November 2009 dirinya memulai usaha jasa foto kopi dan
percetakan. Dengan bermodal Rp 16,75 juta untuk membeli mesin percetakan
dirinya membuka usahanya.
"Pada awal Januari 2010 saya mengembangkan bisnis dengan membuka usaha
penerbitan dan percetakan buku pendidikan yang beroperasi dengan nama Dee
Publishing," katanya.
Ia mengatakan, usaha yang dijalankan itu fokus mencetak dan menerbitkan
buku-buku pendidikan seperti buku ajar, jurnal, dan buku panduan. Selain bahan
kuliah, dirinya juga menerbitkan buku pendidikan untuk pelajar SMP dan SMA.
"Hingga saat ini percetakan itu telah menerbitkan sebanyak 142 judul
buku. Beberapa buku yang telah diterbitkan adalah buku bahan kuliah ilmu
teknik, peternakan, pertanian, sosial, kebidanan, dan kedokteran,"
katanya.
Menurut dia, buku-buku tersebut telah digunakan di sejumlah universitas
antara lain UGM, Universitas Padjajaran, Universitas Pasundan, UPN Veteran
Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Akademi
Kebidanan Muhammadiyah Cirebon, dan sejumlah sekolah di Salatiga dan Madiun.
"Usaha yang saya jalankan memang berbeda dengan penerbitan dan
percetakan pada umumnya. Dee Publishing tidak memberikan batasan minimal cetak
dalam setiap penawarannya," katanya.
Ia mengatakan, Dee Publishing mencetak buku berdasarkan pesanan. Buku-buku
yang dicetak semuanya pasti terjual karena memang berdasarkan pesanan.
Dalam pemberian royalti, dirinya memberikan perlakuan yang berbeda. Dirinya
memberikan royalti sebesar 25 persen, sedangkan penerbit pada umumnya hanya
memberikan royalti sebesar 10 persen.
Selain itu, dalam menjalankan usaha, dirinya juga memfasilitasi para penulis
buku dalam proses penulisan dengan memberikan panduan cara penulisan yang baik
dan benar.
"Kini saya mempekerjakan tiga karyawan tetap dan tiga
part timer
atau paruh waktu. Omzet pada 2011 mencapai Rp 248 juta," katanya.